Showing posts with label Photos. Show all posts
Showing posts with label Photos. Show all posts

Monday, August 6, 2007

Tornado at Dunia Fantasi

kayaknya berada di Jakarta selama kurang lebih sebulan gak akan heboh kalo perginya ke mal-mal aja. kali ini gue berkesempatan mengunjungi Dunia Fantasi Ancol untuk mencoba wahana terbarunya yang diberi nama Tornado, selain berbagai atraksi mencengangkan lainnya. dari namanya aja udah pasti terbayang kalau permainan ini bakal mengharuskan para 'korban'nya untuk berteriak-teriak gak karuan.

pada dasarnya, permainan ini cukup seru dan menantang. gimana nggak? sederet manusia dibiarkan duduk tegang terikat, setelah itu perlahan-lahan mereka dibawa naik keatas, dan akhirnya... zap! teriakan-teriakan hebat pun dihasilkan akibat pergolakan seru mesin Tornado tersebut mengayun dan membolak-balik tubuh mereka. tidak hanya itu, semprotan air mancur yang berasal dari bawah pun sukses membuat mereka semua basah kuyup.

saking serunya, gue sampe rela mengantri dua kali untuk permainan ini.

air mancur membasahi para 'korban'

mendaki puncak kenikmatan

ahh! rasakan orgasme yang sangat hebat dan tak terlupakan

seperti biasa, gue bareng temen gue juga berkesempatan menaiki wahana-wahana lainnya seperti halilintar, kicir-kicir, arung jeram, dan lainnya. tapi sayangnya saat itu wahana kora-kora sedang dalam perbaikan. sedikit mengecewakan memang, mengingat tiap kali gue ke dufan sudah pasti harus menaiki permainan yang satu ini sedikitnya 5 kali.

wahana halilintar sedang menunggu 'korban' selanjutnya

hati-hati jangan sampe pacarnya tiba-tiba hilang!

akhir kata, kunjungan gue bareng temen gue ke dufan kali ini sungguh mengesankan, karena kami harus pulang dengan basah kuyup oleh karena siraman air mancur tornado sialan itu. namun sayangnya, kali ini gue gak bisa melakukan kebiasaan gue mengeluarkan suara-suara orgasme pada saat menaiki wahana-wahana seru, oleh karena kali ini gue gak bareng-bareng teman-teman gue biasanya, melainkan hanya seorang gadis manis berumur 13 tahun yang mengharuskan gue jaim setiap saat agar orang tuanya gak menelepon gue jauh-jauh dari Semarang untuk mendamprat gue, sepulangnya anak itu ke kota asalnya tersebut.

read more...

Saturday, August 4, 2007

Plaza Senayan XXI

karena kedua entry terakhir sebelumnya dirasa terlalu baku, kali ini gue pake bahasa yang ringan aja.

kali ini gue berkunjung ke Plaza Senayan XXI, bioskop terbaru yang terletak di Plaza Senayan, salah satu mal eksklusif di bilangan Jakarta Selatan. sebelumnya Plaza Senayan sudah memiliki bioskop bernama Senayan 21, namun seiring berjalannya waktu dan bersamaan dengan kemunculan Blitz Megaplex, pihak 21 mengantisipasi hal ini dengan merenovasi bioskop ini menjadi sebuah bioskop yang lebih berkelas, yang memakan waktu selama kurang lebih 7 bulan.

sebelumnya Senayan 21 memiliki 6 buah studio reguler dan sebuah studio Premiere. kini, setelah merombak habis sebagian gedung parkir Plaza Senayan, Plaza Senayan XXI dibangun ulang dengan nuansa desain dan kesan yang berbeda, dengan 8 buah studio deluxe dan 2 buah studio Premiere.

desain interiornya dibuat sama seperti XXI lainnya, dengan dominasi kayu dan penerangan temaram. hal ini menimbulkan kesan eksklusif dan mahal. terus terang gue lebih suka desain seperti ini, ketimbang Blitz Megaplex yang kesannya berantakan abis.

meskipun ide klasik mendominasi bioskop ini, ternyata kesan futuristik juga dapet tertangkap begitu kita naik eskalator dan bersiap masuk ke dalam lobby. sepuluh buah layar LCD dipajang berderet, menampilkan poster film yang sedang diputar dan yang akan datang. tidak hanya itu, di dalam lobby pun beberapa layar LCD besar menghiasi seisi ruangan dan loket untuk menampilkan jadwal film yang diputar dan trailer-trailer. untuk ini, istilah state-of-the-art memang benar-benar patut disandang bioskop ini.

namun sayangnya, Plaza Senayan XXI belum mengadaptasi design kursi yang digunakan Studio XXI, cabang XXI pertama di Jakarta. tidak seperti pendahulunya yang menggunakan sofa empuk di semua studionya itu, Plaza Senayan XXI masih menggunakan desain kursi yang sama seperti XXI reguler lainnya, seperti di Senayan City, Anggrek, Gading, dan lain-lain. meskipun demikian, bisa dibilang kursi XXI ini masih lebih nyaman dibandingkan Blitz, dengan sandaran yang cukup lebar dan bahan yang cukup empuk.

beralih ke sound dan ukuran studio, liburan kemarin gue berkesempatan nonton di Plaza Senayan sebanyak 2 kali, untuk Harry Potter 5 dan Selamanya. untuk Harry Potter, kebetulan gue dapet studio 2, salah satu yang terbesar di sana. kesan pertama gue adalah, lumayan besar, namun kurang begitu nyaman karena jarak antar kursi kurang curam dan lega, sehingga terasa agak sempit untuk pergerakan kaki kita. namun salut untuk sound, karena studio ini sudah bersertifikat THX, yang berarti kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. namun sayangnya, untuk film Selamanya, gue cuma dapet studio 8, yang termasuk studio terkecil di sana (temen gue sampe bilang studionya mirip Metromini). tingkat kecuraman dan kelegaan sama saja, minus sertifikat THX.

secara keseluruhan, kehadiran bioskop ini layak diacungi jempol, bukan hanya karena kenyamanannya, melainkan keberaniannya menyediakan 8 buah studio, salah satu yang terbanyak yang dimiliki oleh jaringan 21. gak hanya itu, untuk menyiasati fasilitas-fasilitas yang disediakan Blitz, Plaza Senayan XXI juga menyertakan smoking room dan the lounge untuk menambah kenyamanan para pengunjungnya. bahkan, kini di hampir semua cabang XXI mulai ditambahkan smoking room juga. memang buat memperbaiki sesuatu harus ada motivasi yang kuat seperti keberadaan Blitz.

lobby: 8/10
design: 8/10
suara: 9/10
kursi: 7.5/10
studio: 8/10

read more...

Thursday, August 2, 2007

Blitz Megaplex

Blitz Megaplex adalah salah satu bioskop terinovatif di Jakarta. bioskop ini baru saja disahkan sebagai bioskop terbesar setanah air oleh Museum Rekor Indonesia. letaknya yang berada di dalam gedung Grand Indonesia membuat Blitz selalu ramai dikunjungi. maklum, belum banyak yang bisa dilihat dari gedung ini, dan sebagian besar pengunjung adalah penonton Blitz.

liburan kemarin saya menyempatkan diri mengunjungi bioskop fenomenal ini sebanyak tiga kali untuk menonton film The Photograph, Alone, dan juga menghadiri workshop LA Lights Indie Movie.

kesan pertama saya ketika pertama kali menginjakkan kaki di dalam gedung bioskop ini adalah megah dan mewah. bayangkan saja, meskipun sebagian besar ruangannya telah dipakai untuk 11 auditorium tetap saja lobby dan sekitar ruangan bioskop ini masih sungguh luar biasa luas.

nuansa putih dengan sebersit warna merah mendominasi seisi ruangan bioskop ini. konon kabarnya, alasan memakai warna ini adalah karena HSBC-lah sponsor utama pembangunan gedung bioskop tersebut. namun sangat disayangkan, saya kurang begitu tertarik dengan design bioskop ini, karena flownya kurang begitu teratur. di satu sisi, tiket box, candy bar, toilet, studio, beserta game center dan smoking lounge dibiarkan berdesakan, sementara di sisi lain dari eskalator hingga ruang tunggu di luar dibiarkan lapang begitu saja. menurut saya ini adalah sebuah pemborosan tempat.

sebetulnya keberanian pengelola Blitz Megaplex patut dipuji dalam mengucurkan dana sebegitu besarnya untuk gedung bioskop ini. empat buah proyektor dipasang untuk menayangkan trailer-trailer ke empat penjuru tembok gedung, dan juga puluhan layar LCD terpampang mengisi hampir seluruh tembok gedung ini untuk menayangkan jadwal film, poster, dan trailer. juga, dedikasi pengelola untuk kenyamanan para pengunjungnya pun patut diperhatikan juga. dari smoking lounge hingga berbagai sofa untuk menunggu pun disediakan di lobby. oh ya, hampir lupa, pop corn caramel sepertinya juga sudah menjadi trademark jajanan bioskop ini.

saya belum berkesempatan mencoba auditorium 1 dan 2 yang konon katanya adalah auditorium dan layar terbesar se-Indonesia, namun setelah mencoba beberapa auditorium regulernya, saya hanya bisa berpendapat bahwa kursi yang tersedia masih kurang begitu nyaman, meskipun kabarnya design kursi ini berasal dari kursi perusahaan mobil Eropa. sound system pun belum bersertifikat THX. meskipun demikian, saya cukup puas dengan tata cahaya dan sound yang tersedia karena bagaimanapun juga bioskop ini telah memberikan warna lain dalam dunia sinema Indonesia, setelah sekian lama dimonopoli oleh grup 21.

bioskop ini lebih tepat disebut sebagai one-stop entertainment center ketimbang movie theater itu sendiri, oleh karena fasilitas yang tersedia di sini lebih dari sekedar bioskop. bayangkan saja, di dalam gedung tersebut anda dapat menemukan kafe, smoking lounge, dan bahkan warnet dan gamesphere yang menyediakan X-BOX 360 console.

kesimpulannya, kemunculan bioskop ini patut diperhitungkan, oleh karena selain memberi warna baru dalam blantika sinema Indonesia, para pecinta film juga memiliki alternatif tempat menonton baru dan film-film yang lebih beragam, oleh karena Blitz Megaplex tidak hanya menghadirkan film-film mainstream, melainkan jenis film lainnya yang sebelumnya hanya bisa kita saksikan lewat DVD enam ribuan, seperti film Asia dan arthouse. kini para penonton juga lebih dimanjakan lagi dengan cara pembelian tiket lewat internet, selain dengan Blitz Card yang baru saja diperkenalkan beberapa waktu lalu.

lobby: 7/10
design: 9/10
suara: 8/10
kursi: 7/10
auditorium: 9/10

read more...

Wednesday, August 1, 2007

Grand Indonesia

Grand Indonesia adalah sebuah gedung mal terbaru di bilangan Jakarta Pusat yang mengusung tema multifungsi. dibangun tepat di atas tanah bekas kompleks Hotel Indonesia yang legendaris itu, disinyalir gedung mal ini akan menjadi mal terbesar di Asia Tenggara, mengalahkan Siam Paragon di Bangkok, dengan hotel, office tower, apartemen, dan shopping arcade di dalamnya.

letaknya yang persis di depan Plaza Indonesia, menghasilkan persaingan untuk kedua gedung mal prestisius ini. meskipun demikian, Grand Indonesia belum seluruhnya rampung. yang beroperasi barulah sebagian kecil gedung tersebut, dan hanya ada beberapa toko yang baru buka, termasuk department store kelas atas Seibu dan bioskop terbesar di Indonesia, Blitz Megaplex.

Department Store Seibu

Bioskop Blitz Megaplex yang fenomenal

pemandangan dari lantai atas

karena mal ini ditujukan untuk kalangan menengah keatas, tenant-tenant yang mengisi mal ini pun ditujukan untuk kelas tersebut, seperti counter pertama Channel yang akan segera dibuka, Esprit, Harley Davidson, hingga kedai-kedai makanan favorit seperti Krispy Kreme, Burger King, dan Starbucks.

read more...